GENDER MAINSTREAMING

D E T A I L   A R T I K E L

DSP3P2KB Tingkatkan Kesetaraan Gender di Kapuas Hulu

PUTUSSIBAU, SP - Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DSP3P2KB) Kapuas Hulu, bertekad untuk terus meningkatkan kesetaraan gender di Kapuas Hulu. Salah satunya adalah dengan menggelar pelatihan.   

Plt Kadis SP3P2KB Kapuas Hulu, H Hasan menyatakan, selama ini perempuan Kapuas Hulu belum sepenuhnya mendapat kesempatan yang sama. Hal ini Disebabkan masih banyak kalangan perempuan yang belum percaya diri, sehingga mereka masih belum bisa bersaing, dengan kaum laki-laki, terutama dalam pembangunan.   

"Perempuan Kapuas Hulu harus bangkit, harus bisa bersaing di kaum lelaki, agar setara dalam pembangunan,” kata H Hasan, saat pembukaan Pelatihan Peningkatan Pengembangan Kepribadian Perempuan bagi Organisasi Wanita Kapuas Hulu, di Gedung Bank Kalbar, Sabtu (26/8).   

Menurutnya, meskipun jauh dari ibu kota provinsi Kalbar, bukan berarti kaum perempuan di Kapuas Hulu harus ketinggalan. Justru di tempat yang jauh, para perempuan wajib menunjukkan kemampuan terbaiknya, dalam semua bidang.   

Untuk itu, papar H Hasan, pelatihan ini dilaksanakan. Ia berharap, supaya kaum perempuan di Bumi Uncak Kapuas, bisa memperoleh akses kontrol, terhadap sumber daya ekonomi, politik, sosial budaya, maupun mempunyai kesempatan untuk dapat mengatur, dan meningkatkan mampu memecahkan masalah, dan mampu membangun konsep diri dengan kepribadian yang baik.  

"Pada dasarnya, lelaki dan kaum perempuan, memiliki kesamaan hak, kewajiban, dan kesempataan. Termasuk kedudukan dalam pembangunan," ujarnya.   Ketua Lembaga Pendidikan Pengembangan Kepribadian Mars Pontianak, Marti Sarwana menuturkan, perempuan di Indonesia saat ini sudah cukup eksis di berbagai bidang, baik di Legislatifif, Eksekutif, maupun Yudikatif. Oleh karena itu, ia berharap, perempuan Kapuas Hulu juga bisa meningkatkan prestasinya.   

"Persentasenya masih sangat sedikit. Misalnya di Legislatif, perempuan hanya diberi jatah 30 persen, dan ternyata masih sangat sedikit yang bisa jadi anggota DPRD," tutur Marti. Menurutnya, tidak mudah bagi kaum perempuan untuk masuk dalam birokrasi, baik itu legislatif maupun eksekutif. Karena perlu penempaan, dan pembinaan untuk menuju itu semua. Untuk meraih itu semua, kaum perempuan perlu kepribadian yang kuat.   

"Masalah utama kaum perempuan adalah kurang percaya diri. Padahal mereka memiliki kemampuan sama seperti laki-laki," tuturnya.    Marti mengakui, untuk menghilangkan ketidakpercayaan diri paa kalangan perempuan, agar mampu tampil di masyarakat, harus ada dorongan  dan dukungan dari semua pihak. Terutama adalah keluarga dan kalangan terdekat.  

“Memang tidak mudah dan harus ada pembelajaaran. Perempuan perlu dukungan dan motivasi, terutama dari kalangan terdekat,” pungkasnya. (sap/mul)  

Sumber : suarapimred.com