Bupati Tambah Anggaran Pemberdayaan Perempuan

Ratusan ibu rumah tangga di Kubu Raya yang tergabung menjadi akademia Sekolah Akademi Paradigta Kubu Raya Selasa (14/2) resmi menjadi wisudawati angkatan pertama dan kedua. Akademi Paradigta merupakan wadah atau sekolah bagi kader perempuan di desa dengan tujuan meningkatkan potensi skill dan sumber daya manusia perempuan sehingga kedepan diharapkan bisa lebih optimal berkontribusi dalam membantu percepatan pembangunan daerah.

Meski sekolah yang dibentuk Pemberdayaan Perempuan Kepala Keluarga (Pekka) dan Pusat Pengembangan Sumber Daya Wanita (PPSW) Kalbar digelar dalam waktu singkat yakni sekitar 10 bulan, namun para wisudawati mengaku puas dan bangga bisa menjadi bagian dari Akademi Paradigta.  “Awalnya saya tidak percaya diri untuk mengeluarkan pendapat dihadapan publik, namun setelah bergabung di Akademi Paradigta, secara bertahap saya diajarkan bagaimana cara untuk mengeluarkan pendapat dan memang menambah pengetahuan dan wawasan saya,” kata Yuyun Sumarni wisudawati Akademi Paradigta dari Desa Teluk Kapuas.

Berbekal wawasan dan pengetahuan yang didapatnya selama menjadi akademia Sekolah Paradigta, Yuyun mengaku akan lebih gencar memperjuangkan kepentingan masyarakat terutama hak kaum perempuan di tingkat desa yang selama ini dinilai belum maksimal disampaikan diberbagai pertemuan hingga musyawarah rencana pembangunan daerah tingkat desa.

Hal senada juga dikatakan Uun Hasibah, wisudawati akademi paradigta dari Desa Arang Limbung yang mengaku lebih berani dalam mengutarkan pendapat dalam berbagai musyawarah di tingkat desa. “Karena desa sasarannya Akademi Paradigta ini akan ditambah, saya harap, para ibu rumah tangga di sejumlah desa sasaran ini bisa memanfaatkan faslitas sekolah Akademi Paradigta untuk menambah pengetahuan dan wawasannya menjadi lebih baik,” ucapnya.

Sementara itu Bupati Kubu Raya, Rusman Ali  memberikan apresiasi atas diwisudanya ratusan Akademia Sekolah Paradigta. “Saya lihat kerja teman-teman Pekka dan PPSW di Kubu Raya ini nyata. Tidak hanya sekedar omong kosong saja, untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat terutama kaum perempuan mereka (pengurus Pekka dan PPSW) turun langsung ke lapangan,” kata Rusman Ali.

Melihat cukup baiknya progres yang dilakukan Pekka dan PPSW Kubu Raya, Rusman Ali mengimbau setiap kepala desa untuk menyisihkan anggaran sekitar Rp15 juta untuk program pemberdayaan perempuan terutama bagi setiap program yang Perempuan Kepala Keluargadi Kubu Raya.

“Kalau sebelumnya kucuran anggaran untuk kegiatan pemberdayaan perempuan di desa hanya Rp9 juta saja, ditahun 2017 ini saya akan buat Perbup yang untuk mengimbau setiap kepala desa agar menyisihkan anggaran desa sekitar Rp15 juta untuk keperluan berbagai kegiatan pemberdayaan perempuan,” papar Rusman Ali.

Orang nomor satu di Pemerintahan Kabupaten Kubu Raya ini juga mengimbau para pengurus Pekka untuk melibatkan para kader PKK, BMKT dan sejenisnya untuk turut meningkatkan pemberdayaan perempuan di Kubu Raya.

Sementara itu Kepala Sekolah Akedemi Paradigta Kubu Raya, Dani Fitria mengatakan dengan adanya tambahan anggaran dari setiap desa, di tahun ini pihaknya menargetkan akan menambah desa sasaran untuk tergabung dalam Sekolah Akademi Paradigta Kubu Raya.

Jika sebelumnya sasaran kami hanya di 3 kecamatan seperti Sungai Raya, Sungai Kakap dan Rasau Jaya, kedepan pihaknya akan menambah tiga kecamatan lain untuk mendapatkan pendidikan di Sekolah Akademi Paradigta. Tiga kecamatan yang akan disasar yakni Kecamatan Sungai Ambawang, Kuala Mandor, Teluk Pakedai. “Kalau sebelumnya hanya ada sekitar 24 desa kedepan kami targetnya bisa menambah menjadi 51 desa,” ungkapnya. Dani berharap melalui kader perempuan di desa dengan tujuan ke depan meningkatkan potensi skill dan sumberdaya manusia perempuan sehingga ke depan diharapkan bisa lebih optimal berkontribusi membantu percepatan pembangunan daerah.

Sumber

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *