Hermanus Ajak Kaum Wanita Siap Hadapi Era Globalisasi

KUBU RAYA – Peran wanita sangat berpengaruh dalam berbagai aspek kehidupan. Terutama pada era globalisasi, tantangan semain besar.

Makanya, Wakil Bupati Kubu Raya Hermanus mengajak seluruh wanita dalam pertemuan di Gereja Santo Fransiskus Asisi Desa Lingga dengan tema Wanita Katolik dan Globalisasi di Sungai Ambawang dan Kuala Mandor B, Jumat (26/5).

Hermanus menekankan peran wanita Katolik baik dalam rumah tangga maupun ditengah masyarakat mampu mengatasi pengaruh buruk dari era globalisasi saat ini.

Sehingga perlu membentengi diri dari informasi negatife serta tidak menyebarkan informasi yang negative kepada sesamanya.

“Makanya peran inilah yang perlu ditekan. Kita ingin para wanita katolik ink mampu berkiprah dalam segala hal. serta berimbas pada pembangunan daerah dari dalam keluarga,” ujar Hermanus.

Menurut Hermanus catatannya supaya peran wanita ini bisa mampu menjalani hidup dalam era globalisasi, membangun keluarga di saat sekarang hal yang perlu dilakukan adalah merapatkan barisan, semakin tekun mewujudkan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.

“Tanggung jawab yang harus semakin dibumikan itu adalah pertama mengembangkan daya dan gaya hidup (spiritualitas) perkawinan. Contohnya adalah pasutri semakin saling membaktikan diri satu sama lain, berkomunikasi yang jujur, bersedia saling mengampuni. Kedua menghayati keluarga sebagai ‘kenisah kehidupan’,” ungkapnya.

Keluarga bertanggungjawab, imbuhnya melindungi dan memelihara kehidupan dari pembuahan sampai kematian alami. Perlindungan dan pemeliharaan ini bisa terwujud dengan menjadi orangtua yang bertanggungjawab.

Ketiga tanggung jawab sosial. Banyak keluarga sekarang ini ikut ambil tanggung jawab sosial terhadap keluarga yang lain.

“Contohnya solider dengan keluarga miskin atau yang sedang menanggung beban hidup (kecanduan obat bius, dsb). Keempat keluarga bertanggungjawab atas keputusan politis negara,” tambhanya.

Selanjutnya, ada perumpamaan banyak keluarga ikut memperhatikan keputusan sosial dan politis untuk peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga miskin.

“Menatap era globalisasi, keluarga-keluarga tidak perlu pesimis. Tuhan menyelenggarakan hidup dan perjuangan keluarga. Ia tidak akan pernah meninggalkan keluarga-keluarga dalam kesedihan maupun kegembiraan,” terang Hermanus.

Karena imannya, sekarang ini banyak sekali keluarga yang tetap sadar akan potensi keluarganya yang patut dihormati dan diperkembangkan.

Sekarang ini banyak keluarga memiliki komitmen yang tinggi atas kesejahteraan keluarganya sendiri maupun keluarga orang lain.

Dan banyak keluarga mau mendirikan asosiasi dan membangun kerja sama dengan lembaga-lembaga lain (LSM “Pro life”, gerakan kerasulan, lembaga swadaya pemerhati keluarga, baik lokal, nasional maupun internasional).

“Sekali lagi, keluarga-keluarga perlu merapatkan barisan untuk lebih tekun mewujudnyatakan nilai-nilai keluarga dan menjalin kerjasama dengan berbagai keluarga maupun lembaga lain. Dan yang utama adalah semakin berani menyerahkan keluarga pada penyelenggaraan Tuhan. Tuhan adalah Tuhan keluarga. Hidup Keluarga Era Globalisasi,” harap Hermanus.

Sumber

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *