JARI Borneo Barat Serahkan Hasil Legal Analisis

Program Officer Advokasi JARI Borneo Barat, Hasymi Rinaldi mengatakan berdasarkan legal analisis yang merupakan hasil riset yang dilakukan pihaknya menemukan fakta bahwa saat ini separuh lahan di Kubu Raya telah diperuntukkan untuk kepentingan industri, seperti perkebunan dan kehutanan.

“Angka peruntukkan tersebut sangat mungkin mengalami peningkatan yang signifikan, apalagi data yang diperoleh adalah izin pemanfaatan lahan pada tahun 2011, sehingga izin yang keluar setelah tahun 2011 tidak tercakup dalam analisa. Selain itu itu, izin pertambangan pun tidak masuk dalam kalkulasi mengingat sulitnya akses terhadap data yang dibutuhkan,” paparnya.

Menurutnya berdasarkan data yang diperoleh, terdapat keterbatasan kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan. Belum lagi ruang sisa yang kurang dari 50 persen tersebut pun tidak dapat dimanfaatkan masyarakat secara mandiri, mengingat ada kepentingan pembangunan yang juga membutuhkan lahan, dan juga adanya kecenderungan melakukan perluasan wilayah pengelolaan oleh beberapa industri, khususnya industri dengan komoditi terbaharukan, seperti perkebunan.

Disamping itu, sisa lahan tersebut pun sebagian berada pada kawasan hutan, dimana peluang masyarakat untuk memanfaatkan lahan tersebut harus melalui izin dari menteri kehutanan, seperti halnya hutan desa dan hutan kemasyarakatan.

Menurutnya, jika dibandingkan peluang pemanfaatan lahan dengan yang dimiliki perusahaan, maka peluang yang dimiliki oleh masyarakat dalam memanfaatkan kawasan hutan cukup kecil.

Hasymi menilai, sempitnya ruang yang dimanfaatkan masyarakat dapat menimbulkan banyak permasalahan, seperti konflik lahan, baik antar masyarakat bahkan konflik antara masyarakat dan perusahaan, maupun antara masyarakat dan penegak hukum.

“Disamping itu, resiko kemiskinan pun semakin rentan ketika ruang kelola untuk mengembangkan diri terbatas, dan juga resiko bencana alam seperti asap dan juga banjir,” terangnya.

Sumber : beritakalimantan.co

 

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *