Pelatihan Pengorganisasian Masyarakat Perspektif Gender

JariBorneo – Jari Indonesia Borneo Barat yang didukung oleh The Asia Foundation (TAF) mengadakan”pelatihan pengorganisasian masyarakat perspektif gender”. Pelatihan bertujuan agar peserta memahami peran dan fungsi pengorganisasian, memahami analisis sosial berbasis Gender Mainstreami, mampu menemukenali keadilan Sumber Daya Alam yang Ada menggunakan pisau analisis gender aminstreaming, serta peserta mampu menemukenali dan mengidentifikasi persoalan sosial yang ada di desa. Pelatihan ini menghadirkan peserta dari enam desa dampingan Jari Indonesia Borneo Barat, yaitu: Desa Kali Bandung, Sungai Asam, Teluk Empening, Seruat, dan Batu Ampar.

Pelatihan ini dibuka oleh Bu Yudith E. Vitranila selaku Sekretaris Wilayah Jari Indonesia Orwil Borneo Barat. Beliau berpesan agar peserta bisa memanfaatkan pelatihan ini seoptimal mungkin, karena akan menghadirkan narasumber-narasumber yang kompeten.

Kata pengantar untuk memulai pelatihan ini disampaikan oleh Project Manager Program SETAPAK Jari Indonesia Borneo Barat, yaitu Faisal Riza, ST. Menurut beliau  pelatihan ini hanya merupakan awal dari kerjasama kita, nantinya kami akan sering merepotkan bapak atau ibu selama satu tahun kedepan.

p_20161114_091106_1_pPengarusutamaan gender adalah strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan di Desa , Penyelenggaraan Musyawarah di Kecamatan , Penyelenggaraan di tingkat Kabupaten- Kota dan Pembangunan Nasional. Pengarusutamaan Gender bertujuan untuk terselenggaranya perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan Desa, Kecamatan, Kaupaten- Kota dan Nasional yang berperspektif gender dalam rangka mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pengarusutamaan gender dilaksanakan dengan:

  1. Analisa Gender yaitu cara mengidentifikasi dan memahami ada atau tidak adanya dan sebab-sebab terjadinya ketidaksetaraan dan ketidakadilan gender, termasuk pemecahan permasalahannya (Hasil Asesment Gender di empat Desa )
  2. Upaya komunikasi, informasi dan edukasi tentang pengarusutamaan gender pada instansi dan lembaga pemerintah di tingkat Desa , Kecamatan dan Kabupaten.

Pengorganisasian masyarakat adalah suatu pendekatan pengembangan masyarakat dengan mengubah sikap apatis , masyrakat bsu menjadi masyarakat yang sadar akan tanggung jawab masyarakat dan mewujudkan sikap hidup yang dinamis , tidak opurtunis dan partisipatif. Guna memaksimalkan tanggung jawab untuk membangun masyarakat yang proaktif, cerdas dan sadar akan hak- hak dalam proses politik, perencaan pembangunan dan proses sadar akan lingkungan tata kelola lahan dan hutan. Sikap ini perlu dimunculkan guna mengembangkan sikap kritis – transformatif dan menghargai potensi – kearifan lokal yaitu musyawarah dan demokratis.

JARI Indonesia Borneo Barat Adalah NGO berbasis komunitas, dengan mengedepankan keadilan akan sumber daya alam dan pengawasan proses- proses pembangunan yang di semua level masyarakat di Desa , Kecamatan, Hingga Kabupaten- Kota. Kerja- kerja pengorganisasian menjadi penting dalam mendorong keterlibatan setiap orang yang berhak dalam proses perencanaan pembangunan , pelaksanaan proyek pembangunan dan pengawasan pembangunan hngga dampak yang di sebab kan oleh pembangunan- pembangunan.

Sumber daya alam yang ada di desa menjadi penting berbasis kan keadialan- kesetaraan akan subyek dan obyek perencanaan pembangnunan. Untuk JARI Indonesia Borneo Barat melatih organisator lokal desa untuk mampu menempat kan urgensi pengorganisasian, tahapan , motode nya dengan menggunakan analisis sosial perspektif gender, guna keadilan dan kesetaraan gender akan akses, informasi dan peran – fungsi nya untuk mendayagunakan segala bentuk potensi- potensi yang ada .

Bersambung ….

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *